tunjukan seberapa besar cintamu
05.23
Tanpa pamrih. Hal yang perlu disadari dalam mencintai pasangan adalah “memberi dengan tulus.” Cinta adalah ketulusan hati. Untuk itu, tidak selayaknya menyelipkan pamrih demi keuntungan atau kesenangan sendiri. Jangan pernah berharap, saat anda mencintai pasangan, maka anda akan diperhatikan. Atau dengan mencintai pasangan, anda berharap pasangan tidak berbuat kesalahan. Semua itu hanya akan menyakitkan diri anda.
Ingatlah bahwa mencintai berarti anda ‘hanya’ memberi, jadi jangan mengharapkan kembalian. Imbal balik dari pasangan akan datang dengan sendirinya bila anda tulus mencintainya. Dari rasa tanpa pamrih inilah, anda akan mampu menjaga hati untuk tetap setia pada cinta anda. Dari sinilah, anda akan sanggup membahagiakan pasangan.
Jangan banyak menuntut. Jangan cemari hati dan cinta dengan begitu banyak tuntutan. Bahkan, sebaliknya, anda harus belajar untuk selalu memberi yang terbaik kepada orang lain, termasuk kepada pasangan, melalui cinta anda. Hanya dengan cinta yang benar, semua itu dapat anda wujudkan. Sikap seperti ini akan membuat Anda tetap setia kepada cinta anda, yang tentu berbuah positif dalam hubungan dengan pasangan.
Terlalu banyak menuntut hanya akan berujung pada kepentingan pribadi, sehingga tidak akan mampu menambahkan kedewasaan hubungan. Bahkan, sangat mungkin malah menghancurkan jalinan kasih anda. Bukankah bila hal ini terjadi, kesetiaan anda
pun akan luntur? Jadi, jangan banyak “menuntut” agar anda tetap selalu setia kepada cinta dan hubungan anda berdua.
Jangan takut dikecewakan. Memang sulit dilakukan, karena setiap orang selalu menghindari rasa kecewa dan selalu ingin senang terus. Tidak ada ruang dalam hatinya untuk rasa kecewa atau duka cita. Padahal, kehidupan memiliki banyak sisi yang harus dihayati. Untuk itu, agar anda tetap setia kepada cinta anda, jangan takut dikecewakan!
Tidak selamanya pertumbuhan pribadi berasal dari kesuksesan atau kebahagiaan. Adakalanya, anda harus merasakan kekecewaan akibat hubungan dengan orang lain, termasuk pasangan anda. Sangat mungkin ada salah paham, cekcok atau pertengkaran kecil yang tentu akan membuat hati anda terluka. Namun, jangan takut, anda dapat mendewasakan diri dari “luka-luka kecil” seperti ini.
Bila anda sudah mampu menghadapi situasi sulit ini, anda tetap akan setia terhadap cinta anda. Cintalah yang akan menghibur anda dari goresan luka. Cintalah yang akan menyemangati hidup anda untuk bangkit dari kekecewaan. Jadi, jangan buramkan cinta bila anda sedang kecewa. Kesetiaan terhadap cinta inilah yang akan terus menguatkan hubungan kasih anda dengan pasangan.
Jadilah penghibur yang baik. Tempatnya cinta adalah hati. Bila hati sedang terluka, seseorang memerlukan penghiburan. Begitu pula bila hati pasangan anda sedang berduka, hiburlah dia. Cinta andalah yang akan menggerakkan diri anda untuk memberi penghiburan dan penguatan bagi pasangan.
Semua itu dapat anda lakukan bila anda memiliki cinta yang bermahkotakan kesetiaan. Anda tidak akan pernah dapat menjadi penghibur yang baik bila cinta anda tidak dibekali untuk “setia di saat duka sedang berkuasa.” Jadi, belajarlah menjadi penghibur yang baik bagi pasangan. Mulailah dari mencintai diri dengan benar dan selalu setialah terhadap cinta anda. Yakinlah, hubungan kasih bersama pasangan akan semakin mesra dengan suasana penuh penghiburan ini.6 jenis hubungan cinta
05.03
1. Hubungan yang dimulai dari prinsip bertepuk sebelah tangan.
Ada seorang pria atau wanita yang tergila-gila pada calon pasangannya sehingga menjadi berlebihan. Telepon lebih dari 3 kali sehari, memberikan berbagai jenis hadiah dan perhatian. Sebenarnya tidak ada yang salah dari semua itu, jika saja semua itu berjalan dua arah. Yang bermasalah ialah jika hal itu hanya satu arah saja.
Pada akhirnya, hubungan ini akan berkembang menjadi hubungan yang tidak sehat, karena salah satu pihak mencintai pihak lainnya dengan kadar yang lebih tinggi dan tidak seimbang. Padahal dalam hubungan yang sehat, harus terdapat equality atau persamaan. Hubungan ini juga dapat menjadi “asas manfaat”. Maksudnya, pihak yang merasa sebagai ‘objek cinta’ bisa mengambil keuntungan dan memanfaatkan subjeknya. Hubungan ini bisa juga didasarkan oleh rasa kasihan yang efeknya jelas tidak baik di masa depan.
2. Hubungan yang dimulai karena sebuah ‘fantasi’.
Di dalam proses hidup, kadang ada saat-saat dimana seseorang berada dalam masa ‘fantasi’. Contohnya, di tengah kesibukan bekerja, seorang pria berlibur ke suatu daerah tertentu dan bertemu dengan seorang wanita yang juga sedang berlibur di daerah itu. Dalam keadaan ini, jika kedua orang itu saling tertarik, maka mereka cenderung menjalin hubungan asmara.
Inilah yang disebut hubungan ‘fantasi’. Keduanya sedang di luar rutinitas mereka dan terjebak bersama dalam suasana santai yang sifatnya hanya ‘sementara’. Cepat atau lambat ketika mereka kembali ke rutinitas kerja atau ke tengah keadaan yang ‘nyata’, mereka seperti ‘tercelik kembali’. Dan ketika itu terjadi, hubungan ‘fantasi’ itu bisa cepat buyar.
3. Hubungan yang dimulai karena sebuah pemberontakan terhadap keluarga atau orang tua.
Contohnya, seorang pria yang memilih wanita dengan kriteria yang tidak disukai oleh ibunya, karena ada kemarahan atau dendam tertentu yang disimpan si anak terhadap sang ibu.
Si anak sendiri mungkin tidak terlalu cocok dengan pasangan pilihannya, tapi ia memaksa untuk ‘bertahan’ agar orang tuanya merasa jengkel. Hubungan seperti ini banyak terjadi di masyarakat kita. Pada akhirnya, hubungan yang sudah pasti tidak mendapat restu ini dapat berakhir dengan kekecewaan dan penuh kepahitan karena berbagai masalah, yang terkecil sekalipun.
4. Hubungan yang dimulai dalam keadaan emosi yang masih terluka akibat patah hati.
Ada tipe orang yang sesegera mungkin mencari tambatan hati baru, sehabis patah hati. Entah ia menggunakan orang baru sekedar untuk mengalihkan perhatiannya, untuk melampiaskan semua kesedihan dan kekecewaannya, atau bahkan untuk berniat balas dendam. Dan semuanya itu bisa terjadi tanpa disadari oleh orang tersebut.
Sebenarnya, mungkin saja ia bisa tulus mengasihi kekasih barunya. Tapi kebanyakan orang yang patah hati masih membawa-bawa pengalaman pahitnya di masa lalu. Intinya, jangan memaksakan diri untuk membangun hubungan serius dengan orang yang baru patah hati. Kalau memang hati sudah keburu tertambat padanya, sebaiknya tunggu sampai beberapa waktu sampai si dia benar-benar siap lahir batin.
5. Hubungan yang timbul dari rasa kekaguman berlebihan.
Contohnya, seorang wanita yang berpacaran dengan seorang pria yang adalah role model atau tokoh idolanya. Ini juga awal dari hubungan yang tidak sehat. Seseorang yang mengagumi pasangannya secara berlebihan biasanya sudah memiliki ekspektasi atau harapan berlebihan terhadap pasangannya. Ada satu gambaran kesempurnaan terhadap pasangannya.
Sedangkan pada kenyataannya, tidak ada satu manusiapun yang sempurna! Sang idola bisa saja membuat kesalahan yang akan mengecewakan pasangannya. Dan ini bisa membuat hubungan tersebut retak pelan-pelan atau bahkan langsung hancur berantakan.
6. Hubungan yang dimulai sebagai hasil dari satu perselingkuhan.
Belakangan, banyak orang yang terjerat dengan masalah yang satu ini. Jatuh cinta dengan seseorang yang sudah punya pasangan memang menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang. Padahal permainan berbahaya ini sangat merugikan dan benar-benar salah! Di dalamnya, biasanya terdapat luka dan kepahitan, kebohongan dan pengkhianatan.
Dan orang yang pernah memutuskan untuk terlibat perselingkuhan biasanya akan mengulangi perbuatannya terhadap pasangan barunya. Si penggoda yang merebut pasangan orang lain juga akan diliputi perasaan bersalah dan beresiko menjadi korban pengkhianatan pasangannya, kurang lebih seperti hukum tabur tuai. Karena itu, berhentilah bermain api dan carilah pasangan yang masih available!
Dengan mengetahui kemungkinan-kemungkinan tersebut, mari memulai hubungan dengan cara yang aman dan benar didasarkan oleh kasih yang murni. Setuju?
Sumber : cbni-input from Eriel S

